Desa Lamin Pulut Masih Tanpa Listrik dan Internet

Kepala Desa Lamin Pulut, Antonius Wang Ngau

Aksaramedia.net, Kutai Kartanegara – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur nasional, masih ada desa di Kutai Kartanegara yang belum menikmati fasilitas dasar seperti listrik, jalan layak, dan akses internet. Itulah realitas yang dihadapi warga Desa Lamin Pulut, Kecamatan Kenohan sebuah desa yang telah berdiri lebih dari satu abad, namun belum tersentuh secara adil oleh pembangunan.

Kepala Desa Lamin Pulut, Antonius Wang Ngau, menyampaikan bahwa tidak adanya aliran listrik PLN telah lama menjadi keluhan utama masyarakat. Aspirasi telah disampaikan ke berbagai tingkatan pemerintahan, namun belum membuahkan hasil nyata.

Baca Juga  NPHD Ditandatangani, PSU Kukar Siap Digelar

“Desa kami sudah berdiri lebih dari 100 tahun, tapi sampai sekarang belum pernah merasakan listrik PLN. Ini kebutuhan yang sangat mendesak,” ujar Antonius saat dihubungi, Senin (15/5/25).

Tak hanya listrik, infrastruktur jalan juga memprihatinkan. Dari sekitar 8 kilometer jalan utama menuju desa, hanya 700 meter yang telah dibeton melalui program semenisasi. Sisanya masih berupa jalan tanah yang mudah rusak saat hujan tiba.

Baca Juga  Pelayanan Publik Tanpa Batas, Program Jemput Bola di Muara Kaman

Ketiadaan jaringan internet turut memperparah keterisolasian desa. Pelayanan pemerintahan dan proses belajar-mengajar menjadi tidak optimal karena minimnya akses digital.

“Zaman sekarang semua butuh internet, tapi di sini sama sekali tidak ada sinyal. Ini tentu sangat menghambat pelayanan dan pendidikan,” jelasnya.

Warga juga berharap adanya pembukaan jalur penghubung ke wilayah Kutai Barat (Kubar), yang secara geografis lebih dekat. Jalur ini dinilai strategis untuk mendukung aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil pertanian.

Baca Juga  Jembatan Sebulu, Penghubung Harapan dan Penggerak Ekonomi Hulu Kukar

“Kalau akses ke Kubar dibuka, warga bisa lebih mudah menjual hasil perkebunan dan pertanian mereka. Saat ini, distribusi logistik sangat terganggu,” tambahnya.

Selama tiga tahun menjabat, Antonius terus memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat Lamin Pulut. Ia menegaskan bahwa warga desa hanya menginginkan kesetaraan dalam akses layanan dasar seperti listrik, jalan, dan internet.

“Kami hanya ingin merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, dengan listrik, jalan layak, dan internet untuk mendukung pendidikan dan pekerjaan,” pungkasnya.

(Adv/Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait