Aksaramedia.net, TENGGARONG – Isu “duel” politik di Kutai Kartanegara mendapat tanggapan dari DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kukar. Partai ini menegaskan tidak melihat politik sebagai ajang rivalitas semata.
Sekretaris DPC PDIP Kukar, Andi Faisal, mengatakan pihaknya tetap menghormati tokoh senior Marwan, meski terkejut dengan pernyataan yang beredar.
Menurut Faisal, istilah “duel” seharusnya dimaknai secara positif, bukan sebagai konflik antar pihak.
“Kalau duel, bagi kami itu berlomba membahagiakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PDIP tidak pernah menganggap pihak lain sebagai lawan, melainkan mitra dalam membangun daerah.
Di tengah kondisi fiskal yang menantang, partainya memilih fokus pada pelayanan masyarakat dibanding memperpanjang polemik politik.
“Yang penting sekarang bukan siapa paling kuat, tapi siapa paling berdampak,” katanya.
Faisal juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana politik tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan.
Menurutnya, politik seharusnya menjadi sarana kolaborasi untuk kemajuan daerah, bukan sumber konflik.