Desa Sebulu Modern Bangun Infrastruktur Bertahap

Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin

Aksaramedia.net, Kutai Kartanegara – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat Pemerintah Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur bagi warganya. Dengan perencanaan matang dan strategi bertahap, pembangunan tetap dijalankan sesuai skala prioritas dan aturan yang berlaku.

Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengungkapkan bahwa dana desa yang diterima melalui skema Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) memiliki ketentuan alokasi yang ketat. Sebagian besar dana tersebut harus dialokasikan ke sektor-sektor wajib seperti ketahanan pangan, bantuan sosial, hingga operasional pemerintahan desa.

Baca Juga  Evaluasi Desa Kukar, Ajang Pembuktian Tata Kelola dan Inovasi

“Tidak semua dana bisa digunakan untuk pembangunan fisik. Ada porsi yang harus dialokasikan ke sektor lain sesuai regulasi,” ujarnya saat ditemui Minggu (18/5/25).

Joemadin merinci bahwa sekitar 70 persen dari ADD digunakan untuk membiayai honorarium perangkat desa, BPD, ketua RT, hingga guru-guru agama. Dengan kondisi tersebut, ruang fiskal untuk pembangunan fisik menjadi cukup terbatas.

Baca Juga  Petani Menua, Kukar Bangkitkan Regenerasi

Namun, pemerintah desa tidak tinggal diam. Pembangunan tetap dilaksanakan, dimulai dari yang paling mendesak, seperti jalan lingkungan, saluran drainase, dan fasilitas umum lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami tetapkan skala prioritas agar yang benar-benar dibutuhkan masyarakat bisa segera diwujudkan. Kami laksanakan bertahap, sesuai kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.

Selain mengandalkan dana desa, Pemerintah Desa Sebulu Modern juga aktif menjalin komunikasi dengan anggota DPRD dan pemerintah kabupaten untuk mendapatkan tambahan anggaran dari program aspirasi maupun lintas sektor.

Baca Juga  Pabrik Baru, Kukar Siap Maksimalkan Hilirisasi

“Kami terus membangun komunikasi agar bisa memperoleh tambahan anggaran dari kabupaten. Harapannya, rencana pembangunan bisa lebih cepat terealisasi,” tambah Joemadin.

Meski banyak keterbatasan, komitmen untuk membangun desa tetap menjadi prioritas. Pemerintah desa terus mendorong partisipasi warga serta menjaga transparansi dalam setiap proses pembangunan.

“Kalau perencanaannya jelas dan dilakukan bersama-sama, pembangunan tetap bisa berjalan, walau sedikit demi sedikit,” pungkasnya.
(Adv/Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait