Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri memimpin langsung pemaparan Ekspose Manajemen Talenta ASN Pemerintah Kabupaten Kukar yang berlangsung di Ruang Mawar, Gedung 1 Lantai 1, Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta Timur, Kamis (4/11). Rombongan Pemkab Kukar diterima oleh Wakil Ketua BKN, Haryomo Dwi Putranto, bersama sejumlah pejabat tinggi BKN, termasuk Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru, Bajoe Loedi Hargono, dan Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN, Dr. Samsul Hidayat.
Dari pihak Kukar terlihat hadir Sekda Kukar, Sunggono, Kepala BKSDM Kukar H. Rakhmadi, Sekretaris BKPSDM Rokip, serta jajaran kepala bidang terkait.
Dalam pemaparannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa penguatan manajemen talenta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi besar Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa digitalisasi tata kelola ASN merupakan kebutuhan mutlak agar manajemen aparatur daerah semakin profesional, berintegritas, dan relevan dengan tantangan zaman.
“Kita ingin manajemen ASN benar-benar berbasis merit, kompetensi, kinerja, serta potensi pegawai. Ini bagian dari transformasi besar yang harus dijalankan,” tegas Aulia.
Aulia memaparkan kondisi terkini ASN di Kukar. Dengan jumlah penduduk mencapai 813.926 jiwa dan total ASN sebanyak 17.553 orang (rasio 2,16%), Kukar perlu meningkatkan efisiensi tata kelola SDM agar pelayanan publik tetap optimal di wilayah seluas 27.263,1 km² tersebut.
Dari 59 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkab Kukar juga menghadapi tantangan tingginya angka kekosongan jabatan. Untuk Eselon II, terdapat 26 pejabat definitif dan 17 posisi kosong. Pada level Administrator (Eselon III) terdapat 201 pejabat dengan 33 posisi lowong, sementara Eselon IV memiliki 459 pejabat dari total kebutuhan 621 posisi. Persentase peserta asesmen pun telah mencapai lebih dari 88–97%.
Bupati menegaskan bahwa pengisian jabatan saat ini terus berproses melalui uji kompetensi dan evaluasi kinerja, berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta BKN per 1 November 2025.
Aulia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk memperkuat sistem merit melalui penerapan penuh manajemen talenta. Ia meminta dukungan BKN dalam pendampingan, penguatan regulasi, hingga standarisasi pelaksanaan.
“Kami ingin memastikan implementasi manajemen talenta di Kukar benar-benar berjalan efektif, adil, dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Wakil Ketua BKN, Haryomo Dwi Putranto, menyambut baik langkah Pemkab Kukar. Ia menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar program, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat reformasi birokrasi.
“Ini adalah alat untuk memastikan ASN yang tepat berada pada posisi yang tepat. Pengisian jabatan kini dapat dilakukan lebih cepat karena seluruh proses berbasis data digital dan terukur,” kata Haryomo.
Ia mencontohkan, proses pengisian jabatan yang dulunya bisa berlangsung berbulan-bulan kini dapat dipangkas menjadi dua hingga tiga bulan saja.
Haryomo juga menyoroti peluang mobilitas talenta ASN antarwilayah. Dengan sistem digital yang lebih terintegrasi, pejabat dari kabupaten dapat berkarier di tingkat provinsi atau bahkan pusat, demikian pula sebaliknya.
“Kalau daerah ingin maju, maka ASN-nya harus ditempatkan tepat pada bidang yang sesuai kompetensi. Sistem ini membuka kesempatan yang sama bagi semua ASN untuk berkembang,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa ke depan seluruh proses promosi, rotasi, hingga pengisian jabatan akan semakin objektif, berbasis kinerja, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.