Pemerintah Desa Muara Siran Percepat Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Warga

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria

Aksaramedia.net, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Muara Siran, yang terletak di Kecamatan Muara Kaman, semakin intensif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan layanan publik. Prioritas utama dalam pembangunan ini adalah memastikan akses dasar, seperti jalan yang layak dan penyediaan air bersih, dapat terpenuhi dengan baik.

Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, menjelaskan bahwa tantangan geografis desa, yang sebagian besar terdiri dari rawa dan aliran sungai kecil, memerlukan pendekatan khusus dalam pembangunan. Dengan luas wilayah sekitar 42 ribu hektare, sebagian besar wilayahnya merupakan hutan rawa sekunder yang tergenang air hampir sepanjang tahun.

Baca Juga  Desa Mulawarman Dorong Pertanian Milenial untuk Jaga Lahan Produktif

“Wilayah kami sangat unik, dan pembangunan di sini harus menyesuaikan dengan kondisi alam. Maka dari itu, kami fokuskan pada pembangunan jembatan beton dan fasilitas MCK yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Ishan, dalam perbincangan Kamis (22/5/25).

Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pembangunan pendopo di area pemakaman, serta perbaikan beberapa titik infrastruktur yang menghubungkan wilayah desa. Diharapkan, proyek-proyek ini bisa mempermudah kegiatan warga, terutama di wilayah yang hanya bisa dijangkau lewat jalur air.

Dalam hal penyediaan air bersih, Pemdes Muara Siran telah mengalihkan pengelolaan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), guna meningkatkan efisiensi layanan dan memastikan kelancaran distribusi ke seluruh rumah tangga.

Baca Juga  Kukar Tampilkan Parade Budaya Nasional Lewat KFBN 2025

“Dengan BUMDes, kami memastikan distribusi air bersih lebih efisien dan merata di seluruh desa,” jelas Ishan.

Di sisi ekonomi, Pemdes juga telah mengusulkan bantuan berupa perahu dan alat tangkap ikan untuk mendukung profesi nelayan yang menjadi mata pencaharian utama warga. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan mereka.

Meskipun pembangunan terus dijalankan, Ishan mengakui ada kendala terkait keterbatasan anggaran. Misalnya, proyek semenisasi jembatan yang memerlukan dana lebih dari Rp200 juta tidak bisa sepenuhnya dibiayai dari dana desa, sehingga perlu ada dukungan dari tingkat kabupaten.

Baca Juga  Kukar dan IKN Perkuat Kejelasan Batas Administrasi

“Memang tantangannya adalah keterbatasan anggaran. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar agar pembangunan lebih merata,” tambahnya.

Ishan juga menekankan pentingnya pengembangan jalan penghubung antar desa sebagai agenda prioritas jangka menengah. Dengan akses jalan yang lebih baik, desa ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan memanfaatkan potensi wisata alam yang selama ini belum tergarap.

“Kami ingin Muara Siran berkembang tak hanya dalam layanan dasar, tetapi juga menjadi destinasi wisata alam yang menarik di Kukar. Semua itu bisa terwujud jika akses jalan diperbaiki,” pungkasnya.

(Adv/Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait