Kelurahan Melayu Gencarkan Program Cegah Stunting Mandiri

Lurah Melayu, Aditya Rakhman,

Aksaramedia.net, Kutai Kartanegara – Upaya pencegahan stunting dan gizi buruk di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, terus digalakkan meski tanpa dukungan anggaran khusus. Pemerintah kelurahan bersama Puskesmas, Tim Penggerak PKK, dan para kader Posyandu, bahu-membahu menjalankan program peningkatan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program ini menjadi langkah nyata dari kesadaran kolektif warga terhadap pentingnya kesehatan generasi masa depan. Kegiatan dilakukan secara mandiri, berlandaskan gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

“Program ini tetap berjalan meski tidak ada anggaran tersendiri, karena kami bekerjasama dengan DPMPD dan PKK,” ungkap Lurah Melayu, Aditya Rakhman, Jumat (16/5/25).

Baca Juga  Infrastruktur Bernuansa IKN Siap Majukan UMKM & Destinasi Lokal Kukar

Berbeda dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah kabupaten yang menyasar siswa sekolah, inisiatif Kelurahan Melayu lebih menyentuh akar persoalan gizi dari lingkungan keluarga. Fokus utamanya adalah ibu dan balita yang dinilai paling rentan terhadap dampak kekurangan gizi.

Menurut Aditya, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi sehat dan cerdas. Posyandu berperan besar dalam pemantauan dan pencatatan data anak-anak di wilayah tersebut, sehingga program tepat sasaran.

Baca Juga  Pemkab Kukar Perkuat Sinergi dengan Perusahaan

“Kalau gizinya tercukupi sejak dalam kandungan, tumbuh kembang anak akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Lebih dari sekadar memasak makanan sehat, para kader PKK juga turut dalam edukasi gizi, penyuluhan, dan pendataan rumah tangga yang membutuhkan intervensi. Dapur PKK pun menjadi simbol semangat warga untuk saling mendukung tanpa menunggu bantuan eksternal.

“Program ini lahir dari kepedulian warga sendiri. Karena itu, para kader tahu betul siapa yang butuh dibantu,” tambah Aditya.

Baca Juga  Maluhu Siapkan Kantor Baru untuk Masyarakat

Meski tantangan tetap ada, ia meyakini pendekatan berbasis komunitas seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kutai Kartanegara. Apalagi dengan kolaborasi aktif antarwarga dan lintas lembaga, program menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami siap mendukung arahan dari dinas terkait. Yang paling penting, anak-anak di Kukar tumbuh sehat sejak dini,” tandasnya.
(Adv/Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait