Aksaramedia.net, KUTAI KARTANEGARA – Pembangunan desa tidak selalu identik dengan proyek besar dan bangunan megah. Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, memilih jalannya sendiri: membangun dari kebutuhan dasar warga.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 14 ribu jiwa, pemerintah desa menjalankan beragam program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Fokus utamanya mencakup ketahanan pangan, peningkatan akses pendidikan, perbaikan hunian, dan penyediaan energi terbarukan.
“Kami ingin potensi lokal menjadi modal utama masyarakat untuk hidup mandiri,” kata Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali.
Bidang pertanian dan perikanan rakyat mendapat perhatian khusus. Warga didorong mengolah lahan dan sumber daya sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan harian sekaligus menambah penghasilan.
Di sisi sosial, program bedah rumah terus dijalankan untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal layak. Sementara itu, pendidikan menjadi prioritas melalui pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.
“Kesempatan belajar harus setara. Ekonomi tidak boleh menghalangi masa depan anak-anak,” tegas Rizali.
Tak hanya itu, inovasi energi bersih hadir lewat pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) yang kini menerangi 20 titik. Kehadiran lampu ini tidak hanya memudahkan aktivitas malam hari, tapi juga meningkatkan rasa aman warga.
Rizali mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kukar, DPMD, dan pihak lain yang turut mendukung. Menurutnya, setiap program akan terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
“Bagi kami, pembangunan harus nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar wacana di atas kertas,” tutupnya.
(Adv Diskominfo/Kukar)