Kukar Luncurkan Program “Perkakas Diri” untuk Perempuan Kepala Keluarga

Foto: Kepala Dinas DP3A Kukar Hero Suprayitno.

Aksaramedia.net, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan, khususnya Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), melalui program inovatif bertajuk “Perkakas Diri” (Perempuan Kepala Keluarga Berkualitas dan Mandiri). Program ini diluncurkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar untuk memperkuat peran Pekka dalam keluarga dan masyarakat.

Peluncuran resmi dilakukan Ketua TP PKK Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, bertepatan dengan kegiatan pelatihan ketangguhan mental dan diversifikasi olahan ikan di Balai Pertemuan Umum Kantor Camat Tenggarong, Senin (28/7/2025). Hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala DP3A Kukar Hero Suprayitno, Camat Tenggarong Sukono, serta puluhan Pekka dari enam kelurahan.

Baca Juga  Pemkab Kukar Dorong Peran Keluarga Majukan Daerah Lewat HKG PKK ke-53

Dalam sambutannya, Andi Deezca menyatakan bahwa perempuan memegang peran penting dalam pembangunan, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Ia menekankan pentingnya prinsip “Equality and Partnership” sebagai dasar kolaborasi antara perempuan dan laki-laki dalam membangun daerah.

“Pekka adalah pahlawan keluarga yang tangguh. Mereka memikul peran ganda sebagai kepala rumah tangga sekaligus ibu. Melalui Perkakas Diri, kami ingin mereka tak hanya bertahan, tapi juga berdaya menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Berdasarkan data kependudukan 2024, jumlah Pekka di Kukar mencapai sekitar 46.099 kepala keluarga, dengan 2.316 di antaranya berada di Kecamatan Tenggarong.

Baca Juga  Dukungan Dispar Kukar untuk Pokdarwis, Apresiasi Tinggi, Evaluasi Berlanjut

Program ini diinisiasi oleh Chalimatus Sa’diah, Kabid PUG, PP, dan PSDGA DP3A Kukar, sebagai bagian dari aksi perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2025. Ia menjelaskan bahwa Perkakas Diri bertujuan mengangkat martabat Pekka dan menghapus stigma negatif di masyarakat.

“Pekka bukan sekadar ‘janda’, tetapi juga perempuan yang menggantikan peran kepala keluarga karena berbagai kondisi. Mereka layak mendapat dukungan, bukan label,” ujar Chalimatus.

Sebagai bagian dari penguatan komunitas, DP3A membentuk jejaring Pekka untuk saling mendukung dan berbagi motivasi. Kelompok ini akan mendapatkan pelatihan sesuai potensi masing-masing, seperti kuliner, tata rias, dan keterampilan lainnya.

Baca Juga  Pemkab Kukar Dukung Atlet Muda Lewat Bejaguran Season 4

Tak hanya itu, DP3A juga akan meluncurkan Gerai Berkah Pekka “PIJAR” (Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa), sebagai wadah promosi dan pemasaran produk-produk Pekka ke masyarakat.

Chalimatus menambahkan, Pekka di Kukar terbagi dalam tiga kategori: rentan perkawinan anak, Pekka produktif, dan Pekka lansia. Fokus program saat ini adalah pada Pekka produktif, sedangkan Pekka lansia akan diarahkan ke program pendampingan Dinas Sosial.

Peluncuran ini melibatkan 80 peserta dari enam kelurahan di Kecamatan Tenggarong. Ke depan, program Perkakas Diri akan diperluas hingga ke wilayah pesisir dan hulu Mahakam.

(Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan:

Berita Terkait