Desa Anggana Latih Pengurus RT dan Pokja untuk Optimalkan Program BKKD 2025

Foto : Suasana pelatihan penguris RT dan Pokja BKKD (Iatimewa)

Aksaramedia.net, TENGGARONG – Pemerintah Desa Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput. Sebagai langkah nyata, Pemdes Anggana menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Kelompok Kerja (Pokja) pelaksana Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) RT Tahun 2025.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Anggana, Kamis (26/6/2025), dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai lingkungan di desa.

Kepala Desa Anggana, Rahmayanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi desa untuk memastikan setiap program yang bersumber dari BKKD dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan.

Baca Juga  Program Guru Penggerak, Kunci Perubahan Pendidikan di Kutai Kartanegara

“RT dan Pokja adalah mitra strategis pemerintah desa. Mereka harus memahami tugas pokok, fungsi, serta mekanisme kerja yang benar agar seluruh kegiatan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rahmayanti, BKKD merupakan instrumen penting untuk mendorong pembangunan merata di setiap RT, mulai dari perbaikan infrastruktur kecil, pengadaan sarana prasarana, hingga pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pelaksana di lapangan perlu dibekali pengetahuan administrasi, manajerial, hingga pelaporan agar program tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Baca Juga  50 Regu Bersatu, Lomba Gerak Jalan Kukar Sambut Hari Sumpah Pemuda

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwarga serta peran aktif pengurus lingkungan dalam merespons kebutuhan masyarakat.

“Saya ingin para pengurus lebih peka, aktif, kreatif, dan solutif menghadapi persoalan di wilayah masing-masing. Jangan menunggu masalah besar, tapi antisipasi sejak dini,” tambahnya.

Pelatihan ini turut dihadiri oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Anggana, Boby Feriansyah, yang memberikan arahan teknis terkait penggunaan anggaran BKKD dan pelaporan sesuai regulasi.
Selain sesi materi, peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung untuk membahas tantangan yang sering dihadapi di lapangan, sehingga solusi dapat ditemukan secara bersama.

Baca Juga  Pemerintah Desa Margahayu Luncurkan Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi Lokal

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Anggana berharap seluruh pengurus RT dan Pokja memiliki visi yang sama dalam membangun desa secara partisipatif. Rahmayanti optimistis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, pengurus lingkungan, dan warga, pembangunan di Anggana akan semakin inklusif, merata, dan berkelanjutan.

“BKKD ini bukan sekadar dana, tapi peluang besar untuk memajukan desa dari lingkup terkecil, yaitu RT. Kalau pengurusnya solid, saya yakin hasilnya akan dirasakan semua warga,” pungkasnya.

(Adv Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait