Bumdes Kota Bangun III Dorong Transformasi Ekonomi Desa

Semangat masyarakat desa untuk menjadikan desa sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal

Aksaramedia.net, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, terus mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui Bumdes Bangun Sejahtera, desa ini berhasil mencatat Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 50 juta pada tahun 2024.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, menyebut pencapaian ini sebagai hasil nyata dari kolaborasi seluruh elemen desa dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Baca Juga  Kukar Sosialisasikan Pelestarian Naskah Kuno ke Masyarakat

“Bumdes bukan hanya alat bantu, tapi fondasi untuk menjadikan desa ini berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Saat ini, terdapat tiga unit usaha yang aktif dikelola oleh Bumdes, yaitu pasar desa, wisata Danau Kumbara, dan usaha perkebunan kelapa sawit. Ketiga unit tersebut tidak hanya menjadi sumber PADes, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggeliatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Trauma Banjir Mei 2025, Warga Loa Janan Ulu Tagih Normalisasi Sungai

“Kami ingin membuktikan bahwa desa tidak harus bergantung penuh pada dana pusat atau kabupaten. Dengan pengelolaan yang tepat, kita bisa menghasilkan dari potensi sendiri,” tambah Lilik.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih tidak lepas dari keterlibatan aktif pengelola Bumdes dan masyarakat yang terus didorong untuk berinovasi dan berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui dinas terkait turut memberikan dukungan, baik dalam bentuk pembinaan maupun fasilitasi pengembangan unit usaha. Harapannya, Kota Bangun III bisa menjadi contoh desa dengan model kewirausahaan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Terangi Malam, Dishub Kukar Pasang LPJU Baru

Ke depan, pemerintah desa berencana memperluas cakupan usaha ke sektor perikanan, kerajinan tangan, dan agrowisata sebagai bagian dari roadmap pengembangan ekonomi desa.

“Transformasi ini masih terus berjalan. Kami optimistis jika dikelola secara profesional dan partisipatif, Bumdes bisa menjadi pilar utama dalam mengubah wajah perekonomian desa,” tutup Lilik.

(Adv/Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait