Hetifah Tekankan Pentingnya Pembelajaran Berbasis Data Sejak Usia Dini

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian

Aksaramedia.net, SAMBOJA BARAT – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis riset dan kearifan lokal guna menumbuhkan rasa ingin tahu serta kemampuan berpikir kritis peserta didik sejak dini.

Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Penguatan Peran Guru dan Komite Sekolah dalam Membangun Pendidikan Berbasis Riset dan Kearifan Lokal di Kecamatan Samboja Barat, Jumat (5/6/2026).

Menurut Hetifah, proses belajar tidak seharusnya hanya berlangsung di dalam kelas dengan metode konvensional. Peserta didik perlu didorong untuk memahami berbagai fenomena yang ada di lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Baca Juga  Harmoni Ramadan, Pemkab & Kesultanan Kutai Bersatu

Ia menilai pendekatan pembelajaran yang kontekstual dapat membantu siswa lebih aktif dalam belajar sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pengalaman yang telah diterapkan di Kutai Kartanegara, lanjutnya, menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis riset dan kearifan lokal mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar.

Selain itu, Hetifah juga menekankan pentingnya penerapan pembelajaran berbasis data dan informasi sejak usia dini. Melalui metode tersebut, siswa dibiasakan mengumpulkan data, mencatat, menganalisis, hingga menarik kesimpulan berdasarkan fakta yang ditemukan.

Baca Juga  Kembang Janggut Ulu Siap Berdiri Sendiri, Pemekaran Masuki Babak Akhir

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Hetifah juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Ia menilai kebiasaan belajar yang dibangun di lingkungan sekolah perlu mendapat dukungan dari keluarga agar proses pendidikan berjalan lebih optimal.

Sosialisasi tersebut dihadiri guru dan komite sekolah se-Kecamatan Samboja Barat. Hadir pula Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Fanas Syukri, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara Emy Rosana Saleh, Camat Samboja Burhanuddin, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Kartanegara Bahari Jokosusilo.

Baca Juga  Ramadan 1447 H, SMSI Bersama PWI dan JMSI Kukar Berbagi Sembako ke Panti Asuhan

Hetifah menyebut kegiatan sengaja digelar di tingkat kecamatan agar lebih dekat dengan para guru dan masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi penguatan potensi serta kearifan lokal yang dimiliki daerah.

“Anak-anak bisa belajar dari alam, tidak hanya belajar di ruang kelas dengan metode yang sangat konvensional. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan kondisi yang ada,” tutupnya.

Bagikan:

Berita Terkait