Loa Ipuh Bergerak Lawan Stunting Lewat Posyandu

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan

Aksaramedia.net, Kutai Kartanegara – Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, tengah menunjukkan komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting. Masalah gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak ini menjadi perhatian serius, dan Langkah Loa Ipuh dinilai progresif: memperkuat peran Posyandu, mengaktifkan RT, serta memaksimalkan dana intervensi dari pemerintah daerah.

Di bawah kepemimpinan Lurah Erri Suparjan, strategi lokal dijalankan secara menyeluruh dan menyentuh akar persoalan. Salah satu inovasinya adalah alokasi dana sebesar Rp 50 juta untuk setiap RT, sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, yang diarahkan khusus untuk penguatan kegiatan Posyandu.

“Dengan dukungan dana ini, Posyandu di tiap RT bisa lebih optimal memantau tumbuh kembang anak secara berkala, termasuk deteksi dini potensi stunting,” ungkap Erri, Rabu (30/4/2025).

Kerja keras ini mulai menunjukkan hasil. Sejak 2023, jumlah kasus stunting terus menurun signifikan. Saat ini, tercatat kurang dari 20 kasus aktif, sebagian besar berasal dari keluarga baru yang pindah ke Loa Ipuh kelurahan dengan populasi terbanyak di Tenggarong.

“Kami targetkan nol kasus pada 2025. Ini bukan sekadar angka, tapi komitmen bersama untuk melindungi masa depan anak-anak kita,” lanjutnya.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, turut mengapresiasi kinerja Loa Ipuh. Menurutnya, pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan stunting di tingkat kelurahan maupun desa.

“Posyandu itu garda terdepan layanan kesehatan dasar. Ketika RT aktif, dana memadai, dan warga terlibat, maka upaya mencegah stunting jadi lebih kuat dan terstruktur,” kata Arianto.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kukar melalui DPMD akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan intensif agar program berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

Baca Juga  Masjid Agung SAMS Hadirkan Lorong Ramadan Meriah

Dengan pendekatan kolaboratif dan pendanaan yang terarah, Loa Ipuh membuktikan bahwa perang melawan stunting bisa dimulai dari level paling dasar RT dan Posyandu. Sebuah contoh baik bagaimana komunitas lokal bisa menjadi agen perubahan untuk masa depan generasi sehat.

(Adv/Diskominfo/Kukar)

Bagikan:

Berita Terkait